Pengertian Pasar Monopolistik dan Ciri-Cirinya serta 5 Contonya

Ketahui pengertian pasar monopolistik, ciri-ciri, kekurangan dan kelebihannya serta contohnya yang ada di sekitar kita РPasar Monopolistik adalah salah satu pasar yang dimana terdapat banyak produsen  yang memproduksi atau menghasilkan barang serupa tetapi mempunyai perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual di pasar monopolistik tidak terbatas, tapi setiap produk yang dihasilkan pasti mempunyai karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk-produk lainnya.

A. Jelasakan Pengertian Pasar Monopolistik!

Sabun mandi, shampo, pasta gigi, dan sebagainya memiliki fungsi yang sama yaitu untuk membersihkan badan, akan tetapi setiap produk dihasilkan oleh produsen yang berbeda dan umumnya memiliki ciri yang khusus misalnya perbedaan wangi, warna, kemasan, hingga perbedaan bentuk produk. Jadi pengertian pasar monopolistik adalah jenis pasar yang dimana terdapat banyak produsen atau perusahaan yang menjual barang sama tapi berbeda corak.

Di pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah suatu faktor yang dapat mendongkrak penjualan. Tapi bagaimana kemampuan produsen atau perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak konsumen atau masyarakat, sehingga membuat mereka ingin membeli produk tersebut meskipun dengan harga yang agak mahal. Oleh sebab itu, setiap perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus selalu aktif mempromosikan produknya sekaligus menjaga citra perusahaannya.

pengertian pasar monopolistik
gambar: pixabay.com

B. Ciri-Ciri Pasar Monopolistik

Berikut ini ciri-ciri pasar monopolistik diantaranya:

1. Terdapat banyak produsen atau penjual

Pasar ini memang memiliki banyak produsen, tapi pasar ini tidak memiliki produsen sebanyak pasar persaingan sempurna dan tidak ada satu pun produsen yang memiliki skala produksi yang lebih besar dari pada produsen lainnya.

2. Adanya diferensiasi produk

Pasar ini menjual produk yang cenderung sama, tapi memiliki banyak perbedaan khususnya dengan produk lain, seperti misalnya dari cara pengemasan, bentuk dan sebagainya. Baca Juga: Pengertian Produk dan Contohnya

3. Produsen dapat mempengaruhi harga

Di pasar ini dimana harga terbentuk berdasarkan dari mekanisme pasar, oleh sebab itu pasar monopolistik dapat mempengaruhi harga meskipun tidak sebesar pasar oligopoli maupun pasar monopoli.

4. Produsen dapat keluar masuk pasar

Dalam hal ini dipengaruhi oleh laba ekonomis, ketika produsen hanya sedikit di pasar maka laba ekonomisnya akan tinggi. Saat produsen semakin banyak, otomatis laba ekonomis akan semakin kecil, maka pasar semakin menjadi tidak menarik dan produsen dapat meninggalkan pasar.

5. Promosi penjualan harus aktif

Di pasar ini harga bukanlah merupakan pendongkrak jumlah pembeli atau konsumen, melainkan kemampuan produsen atau perusahaan untuk menciptakan citra yang baik dimata para konsumen, sehingga dapat menimbulkan fanatisme terhadap produk. Jadi, iklan atau promosi memiliki peran yang sangat penting dalam meraih dan mempertahankan banyak konsumen. Baca Juga: Pengertian Promosi dan Tujuannya

C. Contoh Pasar Monopolistik

1. Restoran cepat saji

banyak restoran yang menjual makanan cepat saji misalnya ayam goreng atau fred chicken seperti KFC, Mcdonals, CFC, Richees factory dan lain-lain, meski umumnya makanan yang di jual sama tapi memiliki aneka rasanya berbeda, maka setiap restoran selalu berinovasi untuk mendatangkan konsumen.

2. Produk Sabun mandi

Banyak produsen yang berderak di bidang produksi sabun mandi, semua sabun mandi fungsinya sama untuk membersihkan badan tapi di pasaran terdapat banyak merek, jenisnya dan tentunya menimbulkan persaingan yang ketat untuk memikat konsumen.

3. Produk Kopi Sachet

Banyak sekali merek kopi sachet yang beredar di Indonesia, setiap produsen salalu berinovasi untuk mengeluarkan produk baru supaya menarik konsumen untuk membelinya.

4. Produk Sabun Cuci Baju

Sama seperti sabun mandi, sabun cuci bajupun terdapat beragam merek dengan wangi yang beragam juga, bangak produsen yang memproduksinya meski memiliki fungsiyang sama.

5. Produk Sepatu

Contoh pasar monopolistik selanjutnya produsen yang memproduksi sepatu. Misalnya sepatu kasual yang memiliki beragam merek di pasaran, setiap merek memiliki desain beragam, sehingga konsumenpun akan memilih sepatu sesuai dengan keinginan mereka.

D. Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopolistik

1. Kelebihan pasar monopolistik

  • Banyak produsen di pasar yang memberikan keuntungan bagi pembeli atau konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik baginya.
  • Kebebasan keluar masuk untuk produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi yang baru dalam menghasilkan produknya.
  • Diferensiasi produk mendorong para konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya, serta dapat membuat para konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya.
  • Pasar ini umumnya mudah untuk dijumpai oleh konsumen, sebab sebagian besar kebutuhan sehari-hari tersedia di pasar ini.

2. Kekurangan pasar monopolistik

  • Pasar monopolistik memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi, baik dari segi harga, kualitas maupun dari segi pelayanan. Sehingga produsen yang tidak memiliki modal maupun pengalaman yang cukup akan lebih cepat keluar dari pasar ini.
  • Dibutuhkan modal yang besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, sebab pemain pasar di dalamnya mempunyai skala ekonomis yang cukup tinggi.
  • Pasar monopolistik mendorong produsen untuk selalu berinovasi terhadap produk-produknya, sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang nantinya akan berimbas pada harga produk yang harus dibayar oleh pembeli atau konsumen.

Itulah artikel tentang pengertian pasar monopolistik dan ciri-cirinya, semoga tulisan kali ini bisa bermanfaat…

Bagikan Ke: