Pengertian Prosa, Ciri-Cirinya, dan Jenis-Jenisnya Secara Umum

Memahami pengertian prosa secara umum beserta cirinya dan jenisnya. Apa kamu sudah mendengar istilah prosa? Istilah ini berkaitan dengan karya sastra, terutama dalam hal tulis menulis suatu cerita. Lalu bagi kamu yang ingin memahami mengenai definisi prosa baca penjelasannya dibawah ini.

A. Apakah Yang Dimkasud Prosa?

Yang dimaksud dengan prosa adalah suatu karangan bebas yang tidak terikat oleh banyaknya bait, dan banyaknya suku kata pada setiap baitnya serta tidak terikat oleh rima dan irama seperti puisi. Atau pengertian prosa yaitu suatu karya sastra berbentuk cerita bebas yang tidak terikat oleh rima, irama dan kemerduan seperti puisi.

Istilah prosa sendiri asalnya dari bahasa latin yaitu kata “Prosa” yang memiliki arti “Terus Terang”. Tulisan pada prosa umumnya selalu digunakan untuk mendeskripsikan suatu ide atau suatu fakta. Prosa bisa juga digunakan untuk surat kabar, novel, majalah, surat dsb.

B. Mengenal Ciri-Ciri Prosa

Secara umum prosa memiliki ciri-ciri sebagi berikut ini:

pengertian prosa
Sumber: pixabay.com

1. Bentuknya Bebas

Maksudnya Prosa tidak terikat oleh bait, baris, suku kata, dan irama. Karena prosa umumnya berbentuk rangkaian kalimat yang membentuk paragraf misalnya sepeti dongeng, hikayat dsb.

2. Bahasanya Bisa Terpengaruh dan Tidak Oleh Bahasa Asing

Bahasa yang digunakan dalam prosa bisa terpengaruh oleh bahasa lain misalnya oleh bahasa orang asing ataupun bisa juga tidak terpengaruh.

3. Memiliki Tema

Maksudnya prosa memiliki tema sebagai dasar masalah dalam ceritanya, yang nanti akan menjadi pembahasan.

4. Selalu Berkembangan

Maksudnya prosa selalu di pengaruhi oleh perkembangan masyarakat yang cepat atau lamban.

5. Pengarang

Maksudnya prosa memiliki nama pengarang siapa yang membuatnya, tapi ada juga yang tidak memiliki pengarang (nama pengarang tidak dipublikasikan).

6. Cara Penyajiannya Lisan Dan Tulisan

Maksudnya prosa bisa disajikan secara lisan maupun secara tertulis.

7. Memiliki Urutan Peristiwa

Setiap prosa umumnya memiliki jalan cerita sehingga dapat menggambarkan suatu urutan peristiwa, urutan peristiwa sering di sebut juga dengan alur. Alur yang digunakan diantaranya ada alur maju, alur mundur, dan alur campuran. >>Baca selengkapnya: Pengertian Alur Dan Macamnya Serta Unsurnya

8. Memiliki Tokoh Cerita

Pada prosa tentunya terdapat tokoh cerita, baik itu bisa tokoh manusia, hewan atau tumbuhan yang diceritakan.

9. Memiliki Latar

Pada prosa terdapat latar pada setiap kejadian baik itu latar tempat, waktu atau suasana. >>Baca selangkapnya: Pengertian Latar dan Macamnya

10. Memiliki Amanat

Prosa didalamnya memiliki amanat yang disampaikan kepada para pembaca atau pendengarnya.

C. Mengenal Jenis-Jenis Prosa

Prosa dibagi menjadi 2 (dua) jenis diantaranya:

a. Prosa lama

Yaitu prosa yang tidak terpengaruh oleh sastra atau kebudayaan luar. Biasanya prosa lama disampaikan secara lisan, karena dulu belum dikenalnya prosa dalam bentuk tertulis. Berikut ini beberapa cirinya:

1. Bersifat statis

Yaitu memiliki bentuk yang sama, pola kalimatnya yang sama, banyaknya kalimat sama, tema cerita yang sama sesuai dengan perkembangan masyarakat. Dapat di katakan lamban perubahannya.

2. Sedikit Diferensiasi

Dalam prosa lama memiliki ikatan antara unsur-unsur yang sama, karena kuatnya hubungan antara bebeberapa unsur.

3. Bersifat Tradisional

Prosa lama tentunya memiliki sifat tradisional karena belum terbengeruh oleh budaya asing, kalimat dan ungkapan yang sama umunya terdapat juga dalam cerita yang berlainan, bahkan dalam suatu cerita juga sering sekali diualng-ulang.

4. Terbentuk Oleh Masyarakat

Prosa lama dapat menggambarkan tradisi masyarakat yang lebih menunjukan kebersamaan. Sehingga prosa lama dianggap milik bersama.

5. Tidak Terlalu Mengindahkan Perhitungan Tahun

Maksudnya tidak terlalu memperhatikan perurutan waktu dan peristiwa, sehingga alur ceritanya sulit untuk dipahami, dan nama-nama tempat saat terjadinya peristiwa kurang begitu jelas.

6. Bahasanya Yang Digunakan Dalam Bentuk Tradisional

Bahasa yang digunakan dipengaruhi oleh hal-hal yang bersifat tradisional shingga sulit di pahami, biasanya dipengaruhi juga oleh bahasa melayu. Biasanya selalu menggunakan kata penghubung yang menyatakan urutan-urutan peristiwa, seperti: maka, bermula, lalu. Dan menggunakan bentuk partikel “pun” dan “lah”.

7. Bersifat Istana Sentris

Prosa lama biasanya bercerita mengenai istana dan rajanya, pemerintahannya, bawahannya, dsb. Tapi ada juga yang menceritakan orang yang luar biasa, misalnya orang yang pintar, cerdik, atau kisah hidup orang yang sesalu mengalami kemalangan.

8. Bersifat Lisan Dan Tulisan

Prosa lama disampaikan dari generasi ke generasi lainnya secara lisan yaitu dengan cara mulut ke mulut, tapi terkadang ada juga disampaikan lewat tulisan.

9. Bersifat Fantasi

Hampir setiap bentuk hikayat, dongeng ataucerita pada prosa lama pembacanya akan dibawa ke dalam dunia fantasi atau khayalan.

10. Tokohnya Berbagai Macam

Tokoh yang digunakan pada ceritanya umunya berupa manusia, hewan, dan tumbuhan.

11. Terdapat Amanat

Terdapat amanat dari cerita yang disampaikan amanat tersebut bisa berupa pendidikan, pelipur lara, kepahlawanan, dsb.

b. Prosa Baru

Yaitu prosa yang karangannya bebas tanpa terikat oleh aturan-aturan dan sudah terpengaruh oleh sastra barat atau asing. Berikut ini beberapa cirinya:

1. Bersifat Dinamis

Sifatnya dinamis sehingga selalu berubah sesai dengan perkembangan di masyarakat. Unsur-unsurnya yang menyusun prosa lama selalu mengalami perkembangan.

2. Masyarakatnya Sentris

Maksudnya inti cerita umumnya selalu mengambil dari kejadian kehidupan masyarakat sehari-hari, seperti peristiwa apa saja yang bisa terjadi pada kehidupan masyarakat sehari hari.

3. Disajikan Tertulis

Umumnya selalu disampaikan dalam bentuk tertulis kepada para pembacanya.

4. Bersifat Rasional

Prosa baru biasanya berbentuk roman, novel, cerpen, drama, atau kisah yang dapat terjadi pada kehidupan nyata sesuai dengan kenyataan.

5. Bersifat Modern

Umumnya unsur-unsur yang didalamnya bersifat moderen, seperti menceritakan perstiwa yang terjadi dimasa sekarang atau yang akan datang.

6. Bahasa Tidak Bersifat Klise

Bahasanya tidak bersifat klise dan sudah terpengaruh oleh sastra barat atau asing.

7. Diketahui Nama Penulisnya

Prosabaru dapat dikatakan sebagi milik perorangan, karen nama penulis atau pembuat prosa selalu di nyatakan secara jelas.

8. Memperhatikan Urutan Peristiwa

Alaur ceritanya dapat dipahami dengan mudah, karena saat menggambarkan suatu keadaan disesuaikan dengan urutan kejadian.

9. Tokoh Manusia

Biasanya selalu menggunakan tokoh manusia pada setiap ceritanya.

10. Terdapat Amanat

Terdapat amanat dari cerita yang disampaikan amanat tersebut bisa berupa nasihat, kepahlawanan, pendidikan, dsb.

D. Kesimpulan

Dari penjelasan di atas maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa pengertian prosa yaitu suatu karya sastra berbentuk cerita bebas yang tidak terikat oleh rima, irama dan kemerduan seperti puisi. Jenis-jenis prosa diantaranya:

  • Prosa lama yaitu prosa yang belum terpengaruh oleh sastra atau kebudayaan luar.
  • Prosa baru yaitu prosa yang karangannya bebas tanpa terikat aturan-aturan dan terpengaruhi oleh sastra barat atau asing.

Berikut ini perbedaan prosa lama dan prosa baru, diantaranya:

a. Prosa lama

  • Bersifat statis, lamban mengalami perubahan.
  • Bersifat Istana Sentris, menceritakan mengenai kerajaan dan rajanya.
  • Bersifat fantasi atau khayalan.
  • Dipengaruhi sastra tradisional.
  • Biasanya nama pengarang tidak diketahui.

b. Prosa baru

  • Bersifat dinamis, cepat mengalami perubahan.
  • Mengambil kisah atau bahan dari peristiwa di masyarakat sekitar.
  • Bersifat Realistis, biasanya disajikan dalam bentuk novel, cerpen, drama, dsb.
  • Sudah terpengaruhi sastra barat atau asing.
  • Nama penulis atau pengarang diketahui.

Akhir kata, itulah penjelasan yang singkat menganai pengertian prosa, dilengkapi juga dengan ciri-ciri prosa dan jenisnya. Semoga dapat bermanfaat, jika ada kesalahan mohon dimaafkan, terimakasih.

Bagikan Ke: